suhu kamar saya hangat cenderung panas; kipas angin besar di sudut nampak tidak berdaya melawan hawa menjengkelkan ini. dengan malas saya mencari video apapun yang dapat membangkitkan mood saya. link ini pun saya buka.
surat yasin. saya mengenalnya pertama kali saat ajong (kakek) saya dulu meninggal. para tetangga paman saya di cemplang, bogor, berduyun-duyun datang dan mengucap bela sungkawa. ibu-ibu berkerudung, membawa tas kecil berisi buku yasin. yang bapak kadang bersarung kadang bercelana panjang, memakai peci hitam atau putih. dengungan bacaan yasin memenuhi rumah; saya dan geng sepupu saya melihat dari balik kaca pemisah ruangan. berusaha menangkap sedih yang bergaung tapi buat saya nihil. saya hanya tahu bapak saya dan kakak beradiknya sedih sekali. sepintas saya melirik bapak dan saya jadi ingin menangis. saya lihat kakak saya terpaku diam. melihat juga ke saya. saya tahan tangis saya.
lalu kami dengar yasin sampai habis.
