dunia possibilitas

anak-anak arab

saya baru paham kenapa teman-teman elektro saya, yang norak norak, telinganya suka berdiri kalo sedang ada yang cerita ketemu cewek arab.

“wah cantik?”

“iya, arab lagi,”

“uwaaaaaaah,” koor panjang yang ini, diiringi desakan dikenalin dan gerungan norak khas anak-anak elektro. 

selama ini saya mengorelasikan cantik arab itu yang seperti shireen su**kar, yang menurut saya ah biasa saja. tidak sampai membuat “uwaaaaaaah” begitu.

di sini kesalahan pertama saya: shireen su**kar itu bukan arab tapi india

kesalahan berikutnya baru saya sadari saat saya di madinah dan makkah beberapa waktu lalu. saat-saat menunggu azan di masjid nabawi selain baca quran dan membaca doa-doa saya habiskan pula dengan melihat sekeliling. ini kebiasaan saya memang kalau sudah duduk agak lama.

ibu saya menunjuk sesuatu di kejauhan. cantik pung, tuh, katanya. saya menjulurkan kepala dan menaruhnya di atas bahu ibu saya.

masya Allah. anak-anak arab lucunya agak kurang santai ya. pengen saya karungin satu lalu pulang ke tanah air. atau dipaketin ke korea. hahaha. sayangnya masjid nabawi agak ketat penjagaannya, jadi tidak bisa saya ambil fotonya si anak-anak lucu dan cantik itu.

namun di mekkah saya berhasil mendapatkan foto anak arab ini. lagi-lagi ibu saya yang menunjuknya. “foto, pung,” kata ibu saya. karena saya orangnya paling tidak tahan diprovokasi, apalagi oleh ibu sendiri, ya saya keluarkan itu kamera. kamera saya itu saya tongolin sedikit dari tas saya, sembunyi-sembunyi gitu maksudnya. takutnya nanti dia takut terus kabur entah kemana. 

fungsi blitz sudah saya matikan. mudah-mudahan nggak ketahuan.

jepret pertama, cuma kena punggungnya. ternyata dia lagi nungging-nungging nggak jelas gitulah. yah namanya juga bocah. susah juga nih.

saya tunggu dia selesai menungging-nunggingnya itu. pas ketika bangun saya jepret.

eh kok dia sadar saya foto?

dasar kamera bandel. ternyata waktu auto focus ada sinar merah nyorot ke objek. yah si anak sadar difoto.

terus saya pikir, ah kadung, saya keluarin sekalian kamera saya, saya jepret jelas-jelas, eh si bocil teh kalahkah ngagaya brew!

terusannya bisa ditebak: foto bareng. saya dan keluarga saya yang suka norak memang kalau lihat orang cantik ya begini ini. hahaha.

 

sampe ibunya juga ikutan, hahaha

ih cantik pisan ini anak, tangan saya sampai dingin. yang cantiknya sama kacaunya ada juga yang remaja. kejadiannya saat saya akan solat juga, di masjid. saya sedang menggeser tas yang saya letakkan di atas tempat sujud saya. nah tas saya itu sepertinya menyenggol wanita arab di depan saya yang memakai abayat (terusan hitam khas arab yang digunakan semua wanitanya). dia menoleh menghadap saya.

saat itu sepertinya saya lupa bernafas.

kali ini tidak cuma tangan, kaki saya ikutan mendingin. 

subhanallah. saya refleks menunduk. otot-otot mata saya merasa overdosis mungkin, tidak tahan menerima citraan seindah itu. eaa.

uwaaaaaaaaaaaaah. dalam hati tapi.

fotonya tidak saya ambil, merusak kesenangan para lelaki arab nanti. masa calon isterinya sudah dipandangi laki-laki lain? hehehe.

pantas nyaris semua wanita arab bercadar. toh para lelakinya nggak usah ambil pusing yah, hampir pasti cantik semua itu. ckckck.

saya jadi ingat teman saya Iqbal. biasanya dipanggilnya si alay karena selain kelakuannya alay, namanya memang Iqbal Alaydrus. teman saya ini turunan arab, dan bangga sekali. dan memang mencari yang arab lagi katanya. saya menghargai prinsip kamu Bal. saya doakan cepat dapat dan berjodoh. dan kamu tetap solat jumat.

amin.


  1. hsd-the-explorer reblogged this from poengo and added:
    pernyataan penulis “fotonya...hehehe.”… nice
  2. rezafachrizal reblogged this from poengo
  3. poengo posted this