Annelies sedang menunggu Minke. Annelies menggarisi tembok dengan kukunya. menghitung jam yang telah berlalu, sampai dia sadari bahwa jam sudah telah lama meninggalkannya dan garis-garis tembok telah bicara dengan satuan waktu baru yang hampir abstrak; karena bagi Annelies waktu di kepalanya tidak lagi sama dengan waktu sebenarnya. dan sekarang Annelies menunggu malam untuk menjeritkan kerinduannya, kecintaannya pada negara yang dijajah bangsanya sendiri. dengan itu ia butuh Minke. pelindungnya, mata airnya. teriakan sumringah merdeka sudah lewat satu hari namun tanpa Minke, merdeka baginya hanya seperti kabur dari rumah. jikalau suatu hari Annelies bertemu Minke maka hari itulah baginya merdeka.
—————————————————————————————————-
hasil fusi saya dan pram. kata iwa aliran saya pram-gotik. apa apaan? haha. tokoh Annelies dan Minke diinspirasi dari Tetralogi Buru oleh Pramoedya Ananta Toer.